Kamis, 27 April 2023

Masa kecil Rock & The Rolling Stones

Foto Personil The Rolling Stones

 Bagi beberapa teman saya selera musik saya tidak sesuai dengan telinga mereka. 

Mereka lebih suka mendengarkan musik dangdut coplo (Dangdut Pantura), sedangkan saya tertarik pada musik klasik dan rock Meskipun berbeda Genre terkadang saya mencoba untuk membaur dan memaksakan telinga saya menikmati alunan musik dangdut coplo yang mereka putar.

Hal ini terjadi karena sedari kecil saya sudah dikenalkan musik musik Slow Rock dan Rock, oleh bapak saya yang kebetulan dulu berprofesi sebagai seniman Air Brush.

Masih Teringat lagu yang dulu kami plesetkan ke bahasa indonesia menjadi "Bikin Telor" dari yang lagu awal nya "Breaking The Law" By Judas Priest, Dari sana kegemaran saya terhadap musik Rock merambah Ke band selanjutnya yakni Deep Purple dengan lagunya yang berjudul "Smoke On The Water" saya mendengarkan lagu ini waktu itu seingat saya ketika memainkan game PS 2 yang berjudul Guitar hero entah seri ke berapa saya lupa, tapi seingat saya itu waktu saya kelas 1 SD masa yang mengesankan.

Masih berkutat di game PS 2 itu saya juga mendengarkan lagu dari band Guns & Roses yang berjudul "Sweet Child O Mine" dari satu lagu itu lah saya mulai menjajal'i semua hits dari Guns & Roses. Dan dari lingkup PS dan warnet itu lah saya mengenal band Rock yang cukup membumi di indonesia Yaitu Avengged Sevenfold, dan banyak hits-hits dari band tersebut yang saya hapal sampai sekarang Mulai dari Dear god Hingga Hail To The King.

Beranjak besar baru saya sadari ternyata nama saya sama mirip dengan vokalis band Rock Kenamaan inggris Yakni Rolling Stones, dan tak perlu di jelaskan lah siapa namanya, lagian siapa yang nggak kenal Rolling Stones band dengan salah satu hits yang berjudul "Paint It, Black" yang di dengarkan oleh 800 juta pendengar di platform streaming spotifiy. 

Begitu lah kedekatan saya dengan musik rock dari waktu saya masih kecil hingga Sekarang, maka bukan kesalahan saya jika selera musik saya berbeda dengan teman teman saya, yang ketika galau mereka memutar musik - musik dangdut coplo sedangkan saya memilih mendengarkan lagu - lagu dari The Beattles.

Dan ketika saya melihat budaya disini dimana ketika kita menggelar hajatan atau nikahan akan ada dimana kita menyewa seperangkat sound sistem yang akan memeriahkan acara kita, dan biasanya set list lagu lagu dari sound man cukup tidak friendly bagi saya karena dari pagi ketemu pagi isinya dangdut coplo semua, tentunya itu membuat saya kepikiran, apakah set list itu nanti bisa dirubah?. jika bisa saya ada beberapa list untuk sound man hajatan yang saya akan gelar besok, :

1. Queen Album A Night At The Opera (Pagi)

2. Guns & Roses Album, Appetite For Detstruction dan Use Youre Illution (Siang)

3. Avengged sevenfold Album, Nightmare dan Hail To The King (Sore menjelang malam)

4. Cold play Album, Viva La Vida dan A Head Full Of Dream (Malam hari)

Apakah dengan set list musik seperti ini tetangga saya masih mau, Landang (Rewang) dirumah saya.

Senin, 20 Juni 2022

"AKU"CING GILA

 



pada suatu malam saat saya melaksanakan ritual jam 12 malam saya (makan), ada sekor kucing kecil yang datang menghampiri saya dan duduk di depan saya, dengan memasang ekspresi solah ia lapar dan meminta apa yang ku makan, aku masih bersikap bodo amat dan masih melanjutkan kegiatan itu dengan enjoy.

Namun lama kelamaan hati ku pun luluh melihat ekspresi kucing itu, dan aku pun bertanya, hey apa yang kau minta dari ku yang tak punya apa apa ini.. sambil terus menatap ku seolah kucing itu mengerti apa yang ku katakan, iya menjawab pertanyaan itu, tentunya dengan nada dan bahasa kucing "miaww" dengan lirihnya. Hembb anehnya aku pun seolah olah mengerti dengan jawaban itu dan aku menyahutinya.
Oh.. kamu mau apa yang aku makan ini?
dan ia pun mengeluarkan suara itu lagi "miaww" seolah benar iya meminta makanan ku.

semakin aku lupa diri bahwa logika kucing tentu berbeda dengan manusia. dan malah menanyainya. Dimana saudara saudaramu itu? dulu kau sering bermain dengan tiga saudaramu itu kenapa kini kau sendiri beberapa hari ini kulihat. sialnya dia menyahuti lagi "miaw miaw" kini nadanya agak berbeda dari nada tadi dan intonasinya pun lebih lambat, seolah menandakan bahwa ia mengisyaratkan kepergian saudara yang tak ia ketahui dan rasa kesendiriannya setelah kehilangan mereka.

Dan semakin aku mendengar suara itu seolah menggelitik hati dan fikiranku untuk bertanya lagi, hay apakah kau rindu saudara saudara mu? dan bagaimana kau bisa menjalani kehidupan mu sendiri? setelah semua yang pernah kalian lalui bersama. bangsatnya lagi dia mengaung lagi seolah menjawab pertanyaan ku itu. terlintas dalam benak "apakah aku sudah gila atau kucing ini yang benar benar sakti hingga mengerti perkataan ku". kini malah perasaan ku malah menerjemahkan aungan kucing itu sebagai luapan hatinya yang kosong dan sedang merindu atas kebersamaan yang pernah mengisinya.

ah siall memang, semua itu terjadi begitu saja, kucing itu adalah kucing kecil kesayangan adik terakhirku, yang selalu berada di dalam rumah dan melihat semua kejadian yang terjadi di sana, dan ketika ia mendekati ku dengan tubuh kurus dan warna krem yang lusuh itu seolah ia ingin menjadi teman ku. apakah kucing bisa mengerti perasaan manusia, ah entah lah yang ku tau aku ingin sekali mennyanginya seperti adik ku sendiri.

akhirnya makanan ku yang berada di tangan tak tega untuk ku habiskan semua sisa sedikit yang bisa ku berikan, sembari ku berikan sisa nasi dan lauk ku tadi aku aku berucap, selamat malam kucing makanlah yang kenyang dan istirahatlah yang nyenyak karena besok hari hari yang berat itu harus kau hadapi dengan tenagamu. dan tumbuhlah besar untuk menjadi kucing pemburu tikus yang handal. kita lanjut besok lagi ya ngobrol ngobrolnya.

Rabu, 20 April 2022

STOISME TERAS DAN KISAH ZENO

Pict: Filosoi Teras By : Henry Manampiring

Setois adalah sebuah ide filsafat yunani kuno yang saya baca dari buku teman saya yang berjudul "Filosofi Teras" Saya masih ingat betul tentang orang yang pertama kali belajar dan mengenalkan terkait stoisme. 


Kira-kira lebih dari 2.000 tahun lalu, Zeno berlayar dari Phoenica (kini berada di sekitar Lebanon dan Suriah) menuju Peiraeus (kota pelabuhan di Athena) melintasi Laut Mediterania. Di tengah perjalanan, kapalnya karam. Barang dagangannya tenggelam. Dia terdampar dan terlunta-lunta di Athena.


Menggelandang di tempat kelahiran para filsuf besar Yunani Kuno– seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles–rupanya mendatangkan berkah bagi Zeno. Pedagang kaya yang jatuh miskin dalam sekejap itu tertarik dengan sebuah buku yang menggambarkan Socrates. Dia bertanya kepada pemilik toko buku, di manakah dia bisa menemukan orang seperti Socrates. Kebetulan saat itu Crates dari Tivai, seorang filsuf aliran Sinisisme yang menjalani hidup asketis di jalan-jalan Athena, lewat. Si pemilik toko kontan mengarahkan Zeno agar mengikuti Crates.


Setelah berguru kepada Crates dan sejumlah filsuf, Zeno mengembangkan sistem pemikiran sendiri. Karena senang mengajar di stoa, teras berpilar di Agora (semacam alun-alun di Athena), filsafat Zeno kemudian mendapat sebutan “Stoisisme”.


Berbeda dengan filsafat pendahulunya yang kerap membahas persoalan-persoalan pelik (seperti realitas, manusia, dan pikiran) Stoisisme lebih menekankan kepada etika, lebih tepatnya tentang kebajikan dan ketenangan jiwa. Mungkin karena ceruk yang unik ini, Stoisisme menjadi populer dan bahkan berkembang hingga periode Romawi Kuno, atau lebih dari enam abad setelah kelahirannya.


Sampai pada bab 1 di buku itu saya mendapatkan kesimpulan tentang pemaknaan tentang klasifikasi hal hal sederhana, apa yang ada di diri kita dan bisa kita kendalikan dan apa yang tidak ada dan tidak bisa kita kendalikan (External faktor). Di buku itu saya dapat mengerti ternyata saya kurang mengerti tentang kekurangan yang ada di diri saya, dan memaksimalkan apa yang bisa saya kendalikan dan menghiraukan apa yang tidak bisa saya kendalikan. 


Saya merasa bahwasanya Filsafat stoisisme ini bisa di jadikan terapi bagi orang yang mengalami depresi, karena biasanya orang yang mudah depresi itu menurut pemahaman saya setelah membaca buku ini di akibatkan oleh terlalu berharap atau menaruh kebahagiaanya pada faktor external yang tidak bisa kita kendalikan seperti, Nilai, Omongan orang lain, kegagalan, expektasi yang terlalu tinggi tanpa menyadari kemampuanya. 


Dan di dalam buku ini di jelaskan bahwa kita harus mampu memaksimalkan apa yang bisa kita kendalikan ( Under Control ) dan memikirkan kemungkinan terburuk dari apa yang kita bisa lakukan, dan berdamai denganya. Toh kata temansaya " Manusia itu punya Limit ( batasan) yang tidak bisa dia lampaui, dan manusia itu tidak sama".


Nb : Jika kurang puas bisa baca sendiri bukunya (Filosofi Teras) 

Jumat, 14 Januari 2022

Gurau


 Setelah seminggu kepergian mu

Ku sapa rindu yang tiada temu

Kepergian mu..

Ya kau...

Kau yang hanya menyisakan tawa

Tawa yang enggan hilang seiring senja

Ku kira kau bercanda akan kata itu
"Aku kan pergi bersamanya ke atas pelaminan yang indah itu"

Katamu itu hanya gurau

Ternyata kebersamaan kitalah yang hanya sebatas gurauan
Tak kah kau ingat katamu

Tak kah kau ingat pelukmu

Waktu itu...

Sembari kau bisikan kau takan meniggalkan ku apapun yang terjadi....

Ternyata kau hanya memberi mimpi

Kini biarkan aku menikmati semua ini

Sendiri dengan sepi dan semua kenangan ini...

Samawa lah kau bersamanya

Trimakasih.. kekasih.... 

Minggu, 09 Januari 2022

Aku / Saya


 Bagaimana tentang aku aku yang terkesan biasa saja, seperti rumah tua di pinggiran danau atau di pinggiran laut itu, memang tak semenarik istana Raja Van Houllten. 


Meski pun begitu saya rasa bagus juga untuk mulai bagaiman mendeskripsikan diri sendiri, melukis diri melalui skema huruf dan kalimat. Ya,, meskipun sulit tetap saya coba. Agar kalian bisa memfisualisasikan saya dengan mudah. 


Pernah sesekali teman saya berkomentar bahwa rambut saya ini bagusnya di panjangin saja, karena tipikalnya lurus dengan sedikit ikal, biasanya di mirip miripin sama artis ternama yang belum tentu mirip, katakan saja Iqbal Ramadhan begitu. Hehehe,, padahal bedo adoh asu,,raiku. Jek sangaran kono leh.. 


Tapi ndak papa saya syukuri,, tubuh saya yang nggak tinggi tinggi amat mungkin ya,,, setinggi tongkat pramuka anak SMA lah, tapi ndak papa andai kata suruh mengusap kening mu pun aku masih sampai,, heheh. Gaya berjalan saya nampak petenatang petenteng kaya orang mau ngajak berantem, dengan paikaian yang biasanya ndak maching sama sekali, begitulah teman saya mengidentifikasikan dirisaya sebagai manusia yang nampak ndak jelas. 


Saya itu menyukai hal yang berbau dengan musik, karena dari sejak kecil saya mendengarkan musik musik rock mettall, seperti Gun and roses, avengged sefenvold, rollingstone dan kawan kawannya, itu yang menjadikan saya tertarik pada bidang musik, meskipun begitu sekil bermain musik dan menyanyi saya ini tergolong rendah, bahkan di bawah standar rata rata,,, heheh


Iya begitu lah modal awal saya sebagai manusia yang suka berjalan jalan dan ngopi bersama kawan kawan, jangan kalian pikir ya,,, jika dengan gambaran sebegitu simpelnya saya ini orang yang aktif bekerja di bidang khasanah perkopian bagian sales marketing omong,alias bisa di bilang saya ini pengangguran akut, mahasiswa yang ulet di bidang mimpi, seperti saat dosen saya menjelaskan tentang algoritma, saya sudah menjadi founder dari pada META veres, iya jelas anda tau pasti itu terjadi dalam dunia apa, ( MIMPI ) heheheh.


Hobi saya itu banyak teramat banyak untuk di sebutkan, sehingga kadang teman seperkopian saya muak mendengarnya. Iya ketika mereka sudah mulai muak saya punya jurus andalan buat mereka ndak mensetempel saya sebagai orang labil "Layo mumpung sek nom, di jajali kabeh sok nk wes mapan wayae roh ndi bakat e seng profit", dari situ mulai bisa melihat raut wajah bosan dari muka teman teman saya, 


Ya,, namanua juga manusa pasti akan mengalami perubahan di setiap harinya begi tu pin aku yang nantinya akan berubah jua, seiring berjalanya waktu. 

Sabtu, 08 Januari 2022

Hati ku pu


 Selepas detik itu


Rintik tak pernah reda barang setitik


Kupu yang dulu meggah


Kini berganti ulat bulu


Selalu menggelitik rindu


Tapi hati sudah enggan menjadi kupu


Kepak selalu tak terelak


Kekasih biarkah lah hati penuh kupu


Kanfas ini akan penuh dengan tinta sayapmu


Biarkan serbuk sari menybar kekasih


Menyemai dari setiap tanah


Biarkan tumbuh subur di hati kita masing masing. 



Bojonegoro, minggu, 09,01,2022

Sabtu, 01 Januari 2022

Catatan kecil awal tahun


 Tak terasa rupanya satu tahun kini sudah berlalu, dan kini sudah berada pada tahun 2022. Dan masih banyak perkara yang belum bisa kita selsaikan. 


Tapi paling tidak pada akhir tahun ini lah awal dari pada mimpi mimpi baru mulai tersemai, awal dari ekspektasi baru terwujud, saya tidak akan berdoa untuk kedepanya lebih mudah dan lebih baik dari sebelumnya, tapi saya akan akan mengucap di awal tahun ini semoga Saya selalu di beri kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi apapun yang terjadi satu tahun kedepan. 


Terlepas angan angan saya satu tahun yang lalu tak bisa terrealisaikan saya harus belajar ikhlas dan memperbaikinya, alih alih menyesali itu saya lebih suka untuk benar benar memasang target dan menentukan tujuan baru bagi diri saya. Mengingat bahwa kehidupan itu tak kan semudah ekspektasi saya harus memasang dan mengajar mental serta fikiran saya agar tetap teguh pada apa apa saja kebenaran yang diyakini nya. 


Ada yang melihat pergantian tahun hanya sebagai moment biasa biasa aja, ada pula yang melihat pergantian tahun sebagai ajang evaluasi besar besaran. Pada intinya kita itu sama slalu ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dari kemarin seperti itu lah hemat fikir saya tentang pergantian tahun. Pada intinya adalah kita senantiasa harus terbarui setiap harinya agar menjadi insan yang adaptif. 


Tak serta merta hanya euforia semata ke istiqomaah kita di uji di sini ketabahan hati kita di uji di sini. Pada forum tertinggi kahsanah perkopian saya belajar bahwasanya setiap kita menemui orang baru dan berbicara dengannya ada daripada diri kita yang terbarui, meskipun itu hanya sedikit. 


Saya teringat bisik kawan saya 

"Lezat itu di lidah, Puas itu di perut, Senang itu di dada, Tetapi syukur itu di ruh."


Kata kayanya memang nyeleneh multi tafsir tapi setelah saya pikir kok ada benarnya, dalam benak saya berkata. 


" Jangkerek,,, kok enek bener e omonge dee, kelebon filsuf ndi cah iki" Dalam bahas indonesia berarti "jangrik,,,, kok ada benarnya omongan dia, kesurupan filsuf mana dia"

 

Dari perkataan dia ini saya tafsirkan bahwasanya hidup memang penuh makna pintar pintar saya saja memaknainya. Dan kenikmatan yang paling hakiki adalah dimana ketika kita bisa mensyukurinya. 


Maka dari itu, setelah usai pertapaan saya akan kembalilagi untuk bergrilya dalam mendan perkopian, tentunya dengan semangat yang membara. Untuk mencari temuan temuan ide baru, dan untuk tetap berkontribusi pada khasanah perkopian. 

Sabtu, 25 Desember 2021

MERDEKA

Pict :Tan Malaka

 Dalam arus manusia yang berlari tak karuan tak tau ara, aku berjalan lamban di tengahnya sambil menatap langit mengutuk hari aku berucap. 

hai langit apakah aku sama jika kau liat dari atas sana.

hai matahari apakah aku terkurung mereka jika kau tatap dari sana,. 

Tapi derap kaki mereka mengiringi kebisuan langit dan matahari. 

Tapi awan yang lewat sebentar mengatakan Tidak kau adalah mausia merdeka.. 

Kau tak sama dengan mereka.. 

Kau punya ara dan tujuanmu sediri jadi melompatlah sekarang dan naiki aku, kan ku tunjukan kau bahwa dunia ini luas tak se sempit langkah kaki mereka..!! 

Cinta Dan Melankolisnya Lagu Kenangan

Pict : sematta coffe : perumahan pandawa land

 Malam ini ketika ngopi dan lagi cari cari kegiatan, tiba tiba sahabat Ku memutar musik dari virgoun yang berjudul surat cinta untuk starla, jadi keinget bahwasanya lagu ini lah andalah lagu yang sering saya nyanyikan untuk dia lewat televon dan ketika sudah kehabisan topik pembahasan, dan gitar hitam usang yang hilang seiring damainya gejolak ini lah yang jadi saksi bagaimana nada fals suara saya dan nada gitar yang tidak singkron itu berpadu, meluluhkan hatinya. 


Hanya operator televon lah yang tau betapa melankolisnya kisah kisah percintaan kita. Mulai dari bertengkar perkara hal hal sepele sampai baikan lagi dan bahkan sampai kabar terakhir darinya yang kudengar sudah menyanding pria yang lebih ideal dariku. 


Dan motor butut yang tak kencang itu menjadi saksi bagaimana pelannya waktu bergulir pada saat malam kita pergi untuk menaruh kenangan pada tempat tempat yang unik. Menjadi saksi ketika kita yang membisu seiring jalanan yang menyepi, dan lampu lampu kota yang mulai membisu, debur pantai yang kini sudah tak semerdu dahulu. 


Betapa melekatnya kenangan ini dalam ingatan ku, ya namun begitulah konsep kenangan dan diriku, kata sujiwo tejo "merdeka yang paling sulit adalah merdeka dari kenangan kekasih" Ya itu memang benar tapi kalau kata Gus Dur "kita bisa memaafkan masalalu tapi tidak untuk melupakannya" Begitu kiranya, dengan kedua pendapat tersebut kini saya berpegang untuk berdamai dengan kenangan kenangan itu. 


Hhhhh,,, lucu memang tapi sembari menulis tulisan ini, lantas kata janji dari mu memutar kembali seolah sekarang sedang kau bisikan seperti dulu, seolah olah jariku sedang menikmati kemelankolisan hati ini, meskipun dalam hati juga geli ingin tertawa. 

Karena jika mengenang hal hal semacam itu tampak cerminan diriku yang idot dan egois penuh dengan ambisi kesenanganku saja tanpa memikirkan dia ibunya, pamanya, bibinya dan kakak kakaknya. 


Tapi ya,, itu namanya juga bisa saya ucap sebagai masa masa cinta yang benar benar buta tanpa memikirkan dia sebagai manusia yang memiliki keluarga. Bisa saya buat pelajaran bersama hati saya lah hal - hal semacam ini juga mendidik rasa agar menjadi manusia seutuhnya yang bisa saling menghargai satu sama lain. 


Sabtu, 16 Oktober 2021

Senja Luka Dan Batu Karang.


kekasih masih ingat kah kau. 

Tentang batu karang dan akar mangruf yang kokoh itu. 

Tentang kata yang seperti batu terlempar dari mulutnmu. 

Kau masih ingat betul rupanya. 

Tentang burung burung camar yang seperti hati ku setelah kau berucap. 

Kini kau sadari atau tidak hati ini kian seperti karang yang keras dan tajam. 

Dulu ku menemukan sesuatu yang bisa melunakannya kasih. 

Tapi apa mau dikata bubur sudah tak bisa jadi nasi. 

Pasir sudah tak bisa jadi karang. 

 Semoga doa doa yang di ucapya ikut di amnini oleh ombak yang mebawanya.