![]() |
| Foto Personil The Rolling Stones |
Bagi beberapa teman saya selera musik saya tidak sesuai dengan telinga mereka.
![]() |
| Foto Personil The Rolling Stones |
![]() |
| Pict: Filosoi Teras By : Henry Manampiring |
Kira-kira lebih dari 2.000 tahun lalu, Zeno berlayar dari Phoenica (kini berada di sekitar Lebanon dan Suriah) menuju Peiraeus (kota pelabuhan di Athena) melintasi Laut Mediterania. Di tengah perjalanan, kapalnya karam. Barang dagangannya tenggelam. Dia terdampar dan terlunta-lunta di Athena.
Menggelandang di tempat kelahiran para filsuf besar Yunani Kuno– seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles–rupanya mendatangkan berkah bagi Zeno. Pedagang kaya yang jatuh miskin dalam sekejap itu tertarik dengan sebuah buku yang menggambarkan Socrates. Dia bertanya kepada pemilik toko buku, di manakah dia bisa menemukan orang seperti Socrates. Kebetulan saat itu Crates dari Tivai, seorang filsuf aliran Sinisisme yang menjalani hidup asketis di jalan-jalan Athena, lewat. Si pemilik toko kontan mengarahkan Zeno agar mengikuti Crates.
Setelah berguru kepada Crates dan sejumlah filsuf, Zeno mengembangkan sistem pemikiran sendiri. Karena senang mengajar di stoa, teras berpilar di Agora (semacam alun-alun di Athena), filsafat Zeno kemudian mendapat sebutan “Stoisisme”.
Berbeda dengan filsafat pendahulunya yang kerap membahas persoalan-persoalan pelik (seperti realitas, manusia, dan pikiran) Stoisisme lebih menekankan kepada etika, lebih tepatnya tentang kebajikan dan ketenangan jiwa. Mungkin karena ceruk yang unik ini, Stoisisme menjadi populer dan bahkan berkembang hingga periode Romawi Kuno, atau lebih dari enam abad setelah kelahirannya.
Sampai pada bab 1 di buku itu saya mendapatkan kesimpulan tentang pemaknaan tentang klasifikasi hal hal sederhana, apa yang ada di diri kita dan bisa kita kendalikan dan apa yang tidak ada dan tidak bisa kita kendalikan (External faktor). Di buku itu saya dapat mengerti ternyata saya kurang mengerti tentang kekurangan yang ada di diri saya, dan memaksimalkan apa yang bisa saya kendalikan dan menghiraukan apa yang tidak bisa saya kendalikan.
Saya merasa bahwasanya Filsafat stoisisme ini bisa di jadikan terapi bagi orang yang mengalami depresi, karena biasanya orang yang mudah depresi itu menurut pemahaman saya setelah membaca buku ini di akibatkan oleh terlalu berharap atau menaruh kebahagiaanya pada faktor external yang tidak bisa kita kendalikan seperti, Nilai, Omongan orang lain, kegagalan, expektasi yang terlalu tinggi tanpa menyadari kemampuanya.
Dan di dalam buku ini di jelaskan bahwa kita harus mampu memaksimalkan apa yang bisa kita kendalikan ( Under Control ) dan memikirkan kemungkinan terburuk dari apa yang kita bisa lakukan, dan berdamai denganya. Toh kata temansaya " Manusia itu punya Limit ( batasan) yang tidak bisa dia lampaui, dan manusia itu tidak sama".
Nb : Jika kurang puas bisa baca sendiri bukunya (Filosofi Teras)
Setelah seminggu kepergian mu
Kepergian mu..
Ya kau...
Tawa yang enggan hilang seiring senja
Katamu itu hanya gurau
Tak kah kau ingat pelukmu
Sembari kau bisikan kau takan meniggalkan ku apapun yang terjadi....
Kini biarkan aku menikmati semua ini
Samawa lah kau bersamanya
Trimakasih.. kekasih....
Meski pun begitu saya rasa bagus juga untuk mulai bagaiman mendeskripsikan diri sendiri, melukis diri melalui skema huruf dan kalimat. Ya,, meskipun sulit tetap saya coba. Agar kalian bisa memfisualisasikan saya dengan mudah.
Pernah sesekali teman saya berkomentar bahwa rambut saya ini bagusnya di panjangin saja, karena tipikalnya lurus dengan sedikit ikal, biasanya di mirip miripin sama artis ternama yang belum tentu mirip, katakan saja Iqbal Ramadhan begitu. Hehehe,, padahal bedo adoh asu,,raiku. Jek sangaran kono leh..
Tapi ndak papa saya syukuri,, tubuh saya yang nggak tinggi tinggi amat mungkin ya,,, setinggi tongkat pramuka anak SMA lah, tapi ndak papa andai kata suruh mengusap kening mu pun aku masih sampai,, heheh. Gaya berjalan saya nampak petenatang petenteng kaya orang mau ngajak berantem, dengan paikaian yang biasanya ndak maching sama sekali, begitulah teman saya mengidentifikasikan dirisaya sebagai manusia yang nampak ndak jelas.
Saya itu menyukai hal yang berbau dengan musik, karena dari sejak kecil saya mendengarkan musik musik rock mettall, seperti Gun and roses, avengged sefenvold, rollingstone dan kawan kawannya, itu yang menjadikan saya tertarik pada bidang musik, meskipun begitu sekil bermain musik dan menyanyi saya ini tergolong rendah, bahkan di bawah standar rata rata,,, heheh
Iya begitu lah modal awal saya sebagai manusia yang suka berjalan jalan dan ngopi bersama kawan kawan, jangan kalian pikir ya,,, jika dengan gambaran sebegitu simpelnya saya ini orang yang aktif bekerja di bidang khasanah perkopian bagian sales marketing omong,alias bisa di bilang saya ini pengangguran akut, mahasiswa yang ulet di bidang mimpi, seperti saat dosen saya menjelaskan tentang algoritma, saya sudah menjadi founder dari pada META veres, iya jelas anda tau pasti itu terjadi dalam dunia apa, ( MIMPI ) heheheh.
Hobi saya itu banyak teramat banyak untuk di sebutkan, sehingga kadang teman seperkopian saya muak mendengarnya. Iya ketika mereka sudah mulai muak saya punya jurus andalan buat mereka ndak mensetempel saya sebagai orang labil "Layo mumpung sek nom, di jajali kabeh sok nk wes mapan wayae roh ndi bakat e seng profit", dari situ mulai bisa melihat raut wajah bosan dari muka teman teman saya,
Ya,, namanua juga manusa pasti akan mengalami perubahan di setiap harinya begi tu pin aku yang nantinya akan berubah jua, seiring berjalanya waktu.
Rintik tak pernah reda barang setitik
Kupu yang dulu meggah
Kini berganti ulat bulu
Selalu menggelitik rindu
Tapi hati sudah enggan menjadi kupu
Kepak selalu tak terelak
Kekasih biarkah lah hati penuh kupu
Kanfas ini akan penuh dengan tinta sayapmu
Biarkan serbuk sari menybar kekasih
Menyemai dari setiap tanah
Biarkan tumbuh subur di hati kita masing masing.
Tapi paling tidak pada akhir tahun ini lah awal dari pada mimpi mimpi baru mulai tersemai, awal dari ekspektasi baru terwujud, saya tidak akan berdoa untuk kedepanya lebih mudah dan lebih baik dari sebelumnya, tapi saya akan akan mengucap di awal tahun ini semoga Saya selalu di beri kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi apapun yang terjadi satu tahun kedepan.
Terlepas angan angan saya satu tahun yang lalu tak bisa terrealisaikan saya harus belajar ikhlas dan memperbaikinya, alih alih menyesali itu saya lebih suka untuk benar benar memasang target dan menentukan tujuan baru bagi diri saya. Mengingat bahwa kehidupan itu tak kan semudah ekspektasi saya harus memasang dan mengajar mental serta fikiran saya agar tetap teguh pada apa apa saja kebenaran yang diyakini nya.
Ada yang melihat pergantian tahun hanya sebagai moment biasa biasa aja, ada pula yang melihat pergantian tahun sebagai ajang evaluasi besar besaran. Pada intinya kita itu sama slalu ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dari kemarin seperti itu lah hemat fikir saya tentang pergantian tahun. Pada intinya adalah kita senantiasa harus terbarui setiap harinya agar menjadi insan yang adaptif.
Tak serta merta hanya euforia semata ke istiqomaah kita di uji di sini ketabahan hati kita di uji di sini. Pada forum tertinggi kahsanah perkopian saya belajar bahwasanya setiap kita menemui orang baru dan berbicara dengannya ada daripada diri kita yang terbarui, meskipun itu hanya sedikit.
Saya teringat bisik kawan saya
"Lezat itu di lidah, Puas itu di perut, Senang itu di dada, Tetapi syukur itu di ruh."
Kata kayanya memang nyeleneh multi tafsir tapi setelah saya pikir kok ada benarnya, dalam benak saya berkata.
" Jangkerek,,, kok enek bener e omonge dee, kelebon filsuf ndi cah iki" Dalam bahas indonesia berarti "jangrik,,,, kok ada benarnya omongan dia, kesurupan filsuf mana dia"
Dari perkataan dia ini saya tafsirkan bahwasanya hidup memang penuh makna pintar pintar saya saja memaknainya. Dan kenikmatan yang paling hakiki adalah dimana ketika kita bisa mensyukurinya.
Maka dari itu, setelah usai pertapaan saya akan kembalilagi untuk bergrilya dalam mendan perkopian, tentunya dengan semangat yang membara. Untuk mencari temuan temuan ide baru, dan untuk tetap berkontribusi pada khasanah perkopian.
| Pict :Tan Malaka |
hai langit apakah aku sama jika kau liat dari atas sana.
hai matahari apakah aku terkurung mereka jika kau tatap dari sana,.
Tapi derap kaki mereka mengiringi kebisuan langit dan matahari.
Tapi awan yang lewat sebentar mengatakan Tidak kau adalah mausia merdeka..
Kau tak sama dengan mereka..
Kau punya ara dan tujuanmu sediri jadi melompatlah sekarang dan naiki aku, kan ku tunjukan kau bahwa dunia ini luas tak se sempit langkah kaki mereka..!!
| Pict : sematta coffe : perumahan pandawa land |
Hanya operator televon lah yang tau betapa melankolisnya kisah kisah percintaan kita. Mulai dari bertengkar perkara hal hal sepele sampai baikan lagi dan bahkan sampai kabar terakhir darinya yang kudengar sudah menyanding pria yang lebih ideal dariku.
Dan motor butut yang tak kencang itu menjadi saksi bagaimana pelannya waktu bergulir pada saat malam kita pergi untuk menaruh kenangan pada tempat tempat yang unik. Menjadi saksi ketika kita yang membisu seiring jalanan yang menyepi, dan lampu lampu kota yang mulai membisu, debur pantai yang kini sudah tak semerdu dahulu.
Betapa melekatnya kenangan ini dalam ingatan ku, ya namun begitulah konsep kenangan dan diriku, kata sujiwo tejo "merdeka yang paling sulit adalah merdeka dari kenangan kekasih" Ya itu memang benar tapi kalau kata Gus Dur "kita bisa memaafkan masalalu tapi tidak untuk melupakannya" Begitu kiranya, dengan kedua pendapat tersebut kini saya berpegang untuk berdamai dengan kenangan kenangan itu.
Hhhhh,,, lucu memang tapi sembari menulis tulisan ini, lantas kata janji dari mu memutar kembali seolah sekarang sedang kau bisikan seperti dulu, seolah olah jariku sedang menikmati kemelankolisan hati ini, meskipun dalam hati juga geli ingin tertawa.
Karena jika mengenang hal hal semacam itu tampak cerminan diriku yang idot dan egois penuh dengan ambisi kesenanganku saja tanpa memikirkan dia ibunya, pamanya, bibinya dan kakak kakaknya.
Tapi ya,, itu namanya juga bisa saya ucap sebagai masa masa cinta yang benar benar buta tanpa memikirkan dia sebagai manusia yang memiliki keluarga. Bisa saya buat pelajaran bersama hati saya lah hal - hal semacam ini juga mendidik rasa agar menjadi manusia seutuhnya yang bisa saling menghargai satu sama lain.
Tentang batu karang dan akar mangruf yang kokoh itu.
Tentang kata yang seperti batu terlempar dari mulutnmu.
Kau masih ingat betul rupanya.
Tentang burung burung camar yang seperti hati ku setelah kau berucap.
Kini kau sadari atau tidak hati ini kian seperti karang yang keras dan tajam.
Dulu ku menemukan sesuatu yang bisa melunakannya kasih.
Tapi apa mau dikata bubur sudah tak bisa jadi nasi.
Pasir sudah tak bisa jadi karang.
Semoga doa doa yang di ucapya ikut di amnini oleh ombak yang mebawanya.
instantly by Subscribing to us. So you will get email everytime we post something new here
We guarantee you won't get any other SPAM
Foto Personil The Rolling Stones Bagi beberapa teman saya selera musik saya tidak sesuai dengan telinga mereka. Mereka lebih suka mendenga...